Kei, Kutemukan Cinta di Tengah Perang – Erni Aladjai

Kali ini Little Talks Ubud memuat tulisan dari Erma Watson yang telah membaca karangan Erni Aladjai yang berjudul Kei, novel ini telah memenangkan hadiah unggulan dari Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2012.

***

kei (1)Indonesia 1998 hingga tahun 2000an. Ingatan saya tidak begitu jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Indonesia dalam kurun waktu itu. Rusuh di Jakarta hingga berakhir pada tergulingnya kekuasaan Presiden Soeharto dan juga berita tentang rusuh yang terjadi di daerah-daerah seperti Maluku dan Ambon, hanya sebatas itu dan itupun hanya angin lalu bagi saya yang masih bocah SD.  Sekarang saya menyadari betapa beruntungnya diri saya saat itu masih bisa tetap hidup normal, pergi ke sekolah, makan dan tinggal di rumah dengan aman dan nyaman. Sementara di daerah lain ternyata sebagian masyarakatnya menjadi korban kerusuhan, tercekam dan kehilangan segalanya.

15 tahun atau lebih setelah tahun kelam itu, saya membaca sebuah buku yang ditulis oleh seorang putri Indonesia bagian timur, Erni Aladjai, yang berjudul Kei.  Judul buku ini menarik bagi saya karena Kei adalah salah satu pulau di Indonesia yang ingin saya kunjungi. Namun buku ini bukanlah sebuah catatan perjalan ke Kei ataupun melulu tentang eksotisme Pulau Kei, buku ini mengisahkan romansa cinta yang tidak cengeng berlatar belakang kerusuhan dan tragedi yang terjadi di Pulau Kei sekitar tahun 1998. Meskipun ini hanyalah kisah fiktif namun beberapa peristiwa yang digambarkan dalam buku ini memang benar adanya, sesuai dengan catatan-catatan yang ada tentang kerusuhan Kei masa itu. Penulis berhasil menggambarkan bagaimana kerusuhan dan kesedihan yang dialami Kei, mengajak saya untuk terbang ke Kei di masa kerusuhan itu terjadi. Pada masa itu dimana saya bisa hidup dengan nyaman di Bali, sementara masyarakat Kei ada didalam teror mencekam, kerusuhan dan perang antar desa.

Lembar demi lembar halaman buku ini mengajak saya untuk kembali mengingat bahwa Indonesia sangat luas, Sabang hingga Merauke, kaya akan etnis dan budaya, beragam suku dan agama. Betapa beratnya tugas kita, bangsa Indonesia untuk tetap menjaga keutuhan Indonesia ditengah gempuran intervensi berbagai golongan yang ingin kita tercerai berai. Dari buku ini saya belajar bahwa pada dasarnya setiap orang menginginkan perdamaian, setiap orang tidak ingin dibedakan dan pertikaian atas nama agama itu hanyalah omong kosong. Para penganut agama tertentu bisa hidup damai berdampingan dengan pemeluk agama lain. Bukankah semua agama mengajarkan tentang kedamaian dan toleransi?

***

Jika kamu suka menulis resensi atau komentar tentang buku silakan kirim tulisan kamu ke littletalksubud@gmail.com

One thought on “Kei, Kutemukan Cinta di Tengah Perang – Erni Aladjai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s