Pameran “Faces of Bali” diperpanjang hingga 10 September 2017

Setelah resmi dibuka pada tanggal 10 Agustus 2017 dan rencananya akan ditutup pada tanggal 31 Agustus, akhirnya #GNDLMGLJ akan memperpanjang pameran ini hingga 10 September 2017.

Berangkat dari sebuah keyakinan bahwa seni adalah untuk siapa saja, dapat dilakukan dimana saja maka kolektif #GNDLMGLJ ini makin memantapkan diri bahwa tidak ada batasan dalam berkarya. Sebelumnya kelompok ini telah melangsungkan seri #RekamJalan di Denpasar Bali.

Mario Andi Supria, Stefanus Bayu, Joe Christian, Kass Sudrajat, Ruth Onduko, dan Arzelita Linando memberikan kesempatan bagi kawan – kawan untuk menikmati karya mereka hingga 10 September 2017 di Littletalks Ubud.

Sekilas Tentang #RekamWajah

Konsep #rekamwajah khususnya wajah-wajah Bali ini tercetus dari sebuah ide bahwa yang mereka tangkap lewat kamera itu tidak sekadar muka saja, tapi dapat merepresentasikan apa yang ada di Bali. Kearifan lokal, industri seni, komodifikasi, peranan, semua dapat terbaca dari wajah-wajah ini.

 

2017_0826_13303500

Bali dengan budaya komunalnya yang kuat dan banyaknya upacara-upacara adat mempunyai daya pikat yang luar biasa. Perempuan Bali khususnya memainkan peran sentral dan integral dalam upacara adat, tanpa mereka keseluruhan sistem tidak akan berjalan baik meski peran mereka berbeda dengan para lelaki Bali. Bahkan sedari kecil, anak perempuan Bali pun sudah diberikan peran dalam tugas-tugas adat di desanya. Belajar menari, membuat canang, menghaturkan banten, sudah menjadi bagian dari tugas kesehariannya. Sisi cantik perempuan Bali ini yang diangkat oleh tiga fotografer Mario Andi Supria, Stefanus Bayu dan Joe Christian. Cantik dengan definisi mereka masing-masing.

Sementara, Ruth Onduko melihat sisi cantik dari wajah bali yang ia rekam adalah sebuah bentuk komodifikasi. Kecantikan yang dibuat sedemikian rupa agar Bali mampu bertahan dengan menjual keindahannya sebagai sebuah industri.

2017_0826_13295000

Bali juga sangat terkenal dengan seni tari tradisinya. Kass Sudrajat menangkap ekspresi para penari wayang wong Tejakula mulai dari persiapan sebelum pentas hingga selepas pentas. Identitas para penari topeng ini tersamarkan dalam sebuah pertunjukan tari, tak jarang kita yang menonton pertunjukan tari tradisi Bali tidak pernah tahu siapa sosok dibalik topeng dan make up tebal para penari.

Ilustrasi Arzelita kali ini fokus pada keunikan dari tiap garis guratan wajah manusia. Arzelita mencoa mengangkat wajah-wajah lelaki bali yang terkadang “second place” dari perempuan Bali, sebagai inspirasi kekaryaanya. Sudut pandang berbeda dalam #rekamwajah dilihat dari kacamata gender. Ada kesadaran bahwa lebih banyak dokumentasi wajah bali yang rata-rata didominasi oleh perempuan. Arzelita mencoba menawarkan keindahan dalam bentuk dan persepsi yang berbeda.

2017_0826_13370600

Pameran yang tidak biasa ini, dipamerkan di tempat kecil kami dengan menggunakan ruang yang sudah ada, di atas buku, dinding, disebuah lemari, bahkan diantara dua pelangkiran. Mereka juga menyediakan sebuah sebuah karya yang siap untuk kalian bawa pulang.

2017_0826_13351700

Penasaran? Ayo segera datang ke Littletalks Ubud. Kami buka dari jam 8 pagi hingga 10 malam setiap hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s